Film Sajen: Bullying Berujung Petaka
Published at 06/05/2018 14:10
Mengekor kesuksesan film Pengabdi Setan yang tayang di 42 Negara, kini industri film Indonesia sedang gemar memproduksi film bergenre horor.
Sajen merupakan film horor Indonesia yang disutradarai oleh Hanny R. Saputra. Film ini dibintangi oleh Amanda Manopo dan Angga Aldi Yunanda.
`Sajen` bercerita tentang misteri terbunuhnya Alanda (Amanda Manopo), siswi di SMA Pelita Bangsa.

Adanya 3 sesajen/persembahan di SMA Pelita Bangsa adalah sebuah misteri. Banyak yang mengatakan sesajen tersebut merupakan upaya sekolah menenangkan arwah Alanda, siswi yang bunuh diri karena menjadi korban bullying.

Alanda sebenarnya berupaya memutus rantai bullying di sekolah. Berbeda dengan murid lain yang pasrah saat Bianca (Steffi Zamora), Davi (Jeff Smith) dan geng popular berlaku seenaknya, Alanda berani melawan. Di suatu malam, Alanda dijebak. Karena depresi, Alanda memutuskan bunuh diri. Kemarahan Alanda membuat arwahnya tidak tenang dan mendorongnya membalas dendam ke orang-orang yang telah menghancurkannya.



“Cerita bullying di sekolah yang dibawa produser berhasil dikembangkan menjadi skenario utuh. Proses penulisannya berjalan lancar. Lewat Sajen, saya mencoba sesuatu yang baru dengan mengemas cerita dengan cara baru,” ungkap sang penulis skenario, saat ditemui di konferensi pers dan screening film di Epicentrum XXI, beberapa hari lalu. Ia menambahkan harapannya terhadap film ini, “Semoga teror Sajen berhasil menghibur penonton. Semoga lewat film ini, remaja bisa mendapat gambaran tentang efek buruk dari bullying kemudian menghentikan praktiknya.”

Sutradara kawakan Hanny R Saputra dipercaya menggarap film ini. Hanny dikenal sebagai sutradara yang apik menggarap beberapa film horor terkenal, salah satunya ‘Mirror’ yang sempat fenomenal di tahun 2005 silam.


Film ‘Sajen’ ini mengangkat hal yang kerap terjadi dalam keseharian remaja, yaitu bullying. Berawal dari sebuah SMA yang memiliki standar nilai yang sangat tinggi, hal itu membuat 3 siswanya bunuh diri akibat stres. Mereka pun diberi penghormatan dengan menaruh sajen. Ketika Alanda (Amanda Manopo) sebagai korban ke-4 tidak diberi sajen dan ditambah sang ibu yang tak ikhlas dengan kematian anaknya, maka teror semakin hari terus datang.

Penasaran tentang teror apa yang akan menghampiri para remaja ini? Film yang diperankan oleh Rachel Amanda, Angga Yunanda, dan sederet artis muda lainnya, akan rilis di seluruh bioskop Tanah Air pada 3 Mei 2018.

Sumber: VIVA, TRIBUNNEWS JATENG dengan perubahan, image: indowarta